Vertigo

12 04 2010

Vertigo berasal dari kata latin vertere yang berarti memutar. Vertigo di dalam kamus bahasa diterjemahkan dengan pusing; untuk dizzy/dizziness dan giddy/giddiness diterjemahkan ganar dan gayang. Di antara keluhan-keluhan penderita yang dikemukakan kepada dokter, pusing merupakan keluhan yang umum setelah nyeri kepala dan batuk. Penulus lain menunjukkan 15% di antara penderita yang dikonsultasikan ke ahli saraf atau ahli THT, mengemukakan keluhan vertigo atau ganar.1

Berbagai macam definisi vertigo dikemukakan oleh banyak penulis, tetapi yang paling tua dan sampai sekarang nampaknya banyak dianut ialah dikemukakan oleh Gowers pada tahun 1893 : Vertigo adalah setiap gerakan atau rasa gerakan tubuh penderita atau objek-objek di sekitar penderita yang bersangkutan dengan kelainan sistem keseimbangan (ekuilibrium).1

Sedikit berbeda dengan definisi yang dikemukakan oleh penulis-penulis lain, misalnya :1

  • Vertigo adalah disorientasi  (gangguan pengamatan) terhadap ruangan atau halusinasi gerakan, yang dapat berupa rasa berputar atau rasa gerakan linier.
  • Vertigo adalah suatu kesadaran subjektif gangguan sistem ekuilibrium, terutama bilamana sistem vestibular yang terganggu, vertigo yang timbul akan berupa rasa seperti diputar atau dimiringkan, dan sering seakan-seakan objek disekitarnya bergerak

Penyebab dari vertigo sangat banyak. Untuk memudahkannya sebagai pegangan digunakan pedoman sebagai berikut :2

  1. V = vestibulum
  2. E = eight nerve
  3. R = retikulum batang otak
  4. T = tabes dorsalis
  5. I  = imagination
  6. G = generalized illness
  7. O = ophtalmic disease

Vertigo bukan suatu penyakit, tetapi suatu gejala. Secara singkat dapat dikatakan bahwa orientasi ruang (spatial orientation) kita tergantung dari tiga hal, yaitu :2

  1. Input sensasi yang lebih kuat (adequate sensation input) melalui tiga pancaindera kita yaitu : penglihatan, rasa keseimbangan badan, dan sensibilitas.
  2. Integrasi di pusat (central integration)
  3. Respons motoris yang sesuai (proper motor response)

Bila informasi yang diterima melalui mata tidak sesuai dengan informasi dari labirin, maka akan timbul vertigo.2

Pengobatan terhadap vertigo dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara medikamentosa dan latihan fisik.1,2

Pengobatan medikamentosa pada umumnya hanya merupakan pengobatan simptomatis. Dalam hal ini ada beberapa obat yang memberi manfaat, antara lain dapat dikelompokkan sebagai berikut :1

  1. Antikolinergik/parasimpatolitik (contoh : Skopolamin, Atropin)
  2. Antihistamin (contoh : Dofenhidramin, Dimenhidrinat, Sinarizin)
  3. Penenang minor dan mayor (contoh : Fenobarbital, diazepam, Prometazin, Klorpromazin)
  4. Simpatomimetik (contoh : d-Amfetamin, Efedrin)

Fisioterafi pada penderita vertigo adalah untuk mempercepat tumbuhnya mekanisme kompensasi/adaptasi atau habituasi sistem vestibula yang mengalami gangguan tersebut.1

Daftar Pustaka

1. Joesoef , Aboe Amar.Vertigo dalam Kapita Selekta Neurologi Edisi ke dua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2000; 341-358.

2. Poerwad, Troboes dan Herjanto Poernomo. Vertigo dalam Neurologi Klinik. Surabaya: FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo, 1994; 132-145.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: