Spondilitis Tuberkulosa

12 04 2010

Tuberkulosa sebagai suatu penyakit sistemik dapat menyerang berbagai organ termasuk tulang dan sendi. Lesi pada tulang dan sendi disebabkan oleh penyebaran hematogen dari lesi primer pada bagian tubuh yang lain. Spondilitis Tuberkulosis (TB) merupakan manifestasi yang terjadi dari tuberkulosis muskuloskeletal (40-50%). TB tulang belakang atau spondilitis TB (Pott’s Disease) merupakan peradangan granulomatosa pada korpus vertebrae yang bersifat kronik destruktif, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.(1,2,3)

Tuberkulosis (TB) pada spinal (Pott’s Disease) adalah tempat tersering infeksi TB pada tulang. TB pada pinggul dan lutut yang juga sering ditemukan. Tempat yang sering adalah vertebra thoracalis bawah (40-50%) dan vertebra lumbalis bagian atas (35-45%) dan hanya sekitar 10% terjadi pada vetebra cervical(4)

Spondilitis TB merupakan perhatian cukup serius karena dapat menimbulkan komplikasi yang berat berupa gangguan neurologis berupa paraplegi. Hal ini disebabkan karena penderita spondilitis TB biasanya datang terlambat untuk mendapatkan pengobatan dan pada pemeriksaan klinis serta radiologis sudah ditemukan adanya kerusakan tulang belakang yang sudah lanjut dan disertai gangguan neurologis(2,3,5)

Gejala utama spondilitis TB adalah nyeri tulang belakang, yang perlahan-lahan meningkat. Pada awal penyakit nyeri dapat timbul karena faktor mekanik. Nyeri biasanya bersifat kronis dapat lokal maupun radikular. Pada fase lanjutan, penderita mengeluh adnaya deformitas vertebra dan defisit neurologis.(2,4,5,6)

Kriteria diagnosis klinis (7):

  1. Pada anamnesa didapatkan adanya nyeri kronis pada tulang belakang yang disertai hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan adanya riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis akan lebih memperkuat diagnosa.
  2. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya nyeri tekan pada tulang belakang yang terkena infeksi dan pergerakan yang terbatas akibat nyeri dan spasme dari otot-otot paraspinal.
  3. Ditemukan gibbus atau deformitas berupa kifosis atau teraba adanya fluktuasi pada pinggang atau inguinal.
  4. Ditemukan adanya gangguan neurologis berupa gangguan motoris dari yang ringan sampai yang paling  berat

Aksi

Information

3 responses

20 03 2012
vhiesafitrie

komplikasiny apa y pak, mksh..

17 05 2013
Anonim

saya adlh slh satu pasien dengan post op spondytis tb, sy sudah 2x oprsi di tahun 2010 & 2011, dan di pasang pen di lumbal 4 dan 5 seumur hidup, umur sya wkt itu msh 23 th, dan sy kbtulan seorang perawat d slhstu RS, yg sya mau tnyakan “apakah ada resiko apa bila sya bekerja sperti biasa ?, “dan bsa tdak pnykt ini kambuh lg ? dan saya berapa lama harus istrahat ?

2 06 2013
jiib

Risiko utk kambuh tgtg respons pengobatan spondilitis tb nya. Saya punya pasien spondilitis tb dgn respon pengobatan yang cukup baik. Intinya tetep kontrol dan disiplin minum obat. Juga kurangi aktivitas yang berat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: