The Amazing of Dark Room

9 09 2009

Banjarmasinjiib.wordpress.com. Ruang Gelap….dalam pikiran kalian pasti suatu kamar yang gelap tanpa cahaya yang ngga ada isinya dan menakutkan. Emang itulah image yang pertama ada dikaepalaku. Dari minggu pertama stase di Radiologi, baru hari ketiga aku memberanikan diri untuk bertanya kepada petugas kamar gelap untuk meminta izin masuk ke kamar itu. Tapi syukurlah kami diperbolehkan masuk, bahkan kami mendapatkan tutorial dan tur singkat selama berada di ruang gelap.

So jadi biar ngga bingung kamar gelap di BagianRadiologi digunakan sebagai tempat pencucian dan pencetakan kaset foto di radiologi. Menurut sejarahnya pencucian foto radiologi itu ada yang manual dan sekarang yang terbaru secara otomatis. Secara manual ada tahapan-tahapan dulu yang tentunya memerlukan waktu yang lama dalam hal pencucian fotonya. Sedangkan dengan mesin cuci foto otomatis itu seperti layaknya mesin fotokopi. Tetapi tidak sesimpel mesin foto kopi biasa. Di dalam mesin cetak foto radiologi otomatis ini sudah termasuk cuci foto dan pencetakannya sehingga hanya memerlukan waktu kurang lebih satu atau dua menit dari mecuci foto sampai pencetakannya.

Kalo pencucian manual itu biasanya memerlukan waktu yang lama akibat tahapan yang begitu panjang dan yang membuat semakin lama adalah pengeringan foto yang baru saja di cuci. Sedangkan pada mesin yang otomatis sudah dicuci fotonya dan langsung kering dalam sekejap. Woo…memang hebat perkembangan teknologi terkini saat ini. Ternyata mesin pencetak foto radiologi yang otomatis baru satu-satunya ada di Banjarmasin yaitu di rumah sakit pemerintah terbesar di banjarmasin yaitu RSUD ULIN Banjarmasin.

Jenis foto-foto yang biasa dicuci ada berbagai kaset sesuai kegunaan yaitu diantaranya kaset No. 24 untuk anak-anak atau untuk foto ekstrimitas, kaset No.30 biasanya untuk foto-foto tulang panjang dan kaset No.35 untuk foto Thorx. Selain itu ada juga kaset untuk foto panoramik dan mammografi. Proses pencucuian untuk tiap foto dapat dikatakan hampir sama, yang membedakan hanya ukuran fotonya saja.

Yang bikin bingung tuh gimana ya radiografernya bisa ngeliat di ruang segelap itu….kalo aku bisa kebentur terus kepalanya pas jalan. Ternyata di kamar gelap ada lampu merah yang sedikit menerangi ruangan itu. Sedangkan penglihatan di ruangan gelap ini mengandalkan adaptasi dari mata radiografer sehingga mata mereka lebih sensitif dibandingkan mata orang biasa.

Ternyata menyenangkan juga berada di ruang ini…ruang kecil yang penuh dengan fungsi dan makna…cieee….


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: