Teknologi Tanggulangi Gangguan Saraf

7 05 2007

St Louis Park – Banyak gangguan diotak berakibat pada reaksi tubuh. Ambil contoh penderita Parkinson, Muhammad Ali misalnya. Tampil di publik ia sekarang terlihat gemetar, sulit menegakan kepala. Bahkan ada penderita Parkinson yang kerap terbangun karena tangannya sendiri menampar mukanya. Begitu yang dialami Don Falk sebagaimana diberitakan Chris Williams dari Associated Press (AP) kantor berita AS. Pada bulan Mei 2005, hidup Falk berubah. Ia menjadi lebih normal karena modulator saraf (neuromodulator) yang ditanamkan di otaknya.
Mesin kecil ini menstimulasi pusat saraf untuk menanggulangi beberapa gangguan. Dan para dokter pun melihat ini sebagai temuan teknologi medis terbaru yang sangat berguna. Sementara, tentu saja, oleh para produsen peralatan teknis medis mengira ini akal laku keras. Namun untuk cita-cita pebisnis bisa menjadi tunai, hambatan piranti medis mencapai pasar harus melalui persetujuan pemerintah, mendapatkan dukungan asuransi kesehatan dan berhasil mengajak para dokter yang super sibuk untuk mempelajari temuan baru ini. Ini semua belum terjadi. Stimulator otak ini buatan Meditronic Inc, perusahaan dengan anggaran miliaran dolar. Dan perusahaan ini menjadi pimpinan pada pasar senilai 1 milyar dolar ( 9,5 trilyun rupiah). Sampai sekarang Meditronic satu-satunya produsen perangkat seperti ini. Memang ada pesaingnya, St Jude Medical Inc, mereka sendiri sudah punya cangkok (implant) pada tulang belakang untuk menyembuhkan rasa sakit kronis.
Pesaing lain yang masih jauh tertinggal di belakang adalah Cyberonic Inc dengan alat untuk menangani epilepsi atau ayan. Caranya dengan memberikan getaran kejut pada leher. Sedang perusahaan lain Boston Scientific sedang memasarkan perangkat robot untuk bagian dalam telinga. Ini semua menurut analis pasar Jan Wald dari AG Edward memang masa depan perangkat medis di pasaran. Neuromodulator menjadi pilihan perusahaan teknologi yang mengincar pasar yang akan tumbuh. Pendapatan perusahaan seperti ini tumbuh antara 19 hingga 26 persen dalam kuartal terakhir. Walau perusahaan –perusahaan kecil itu sendiri banyak yang merugi karena biaya penelitian yang sangat besar. Akhirnya mereka menjadi mangsa perusahaan perangkat medis yang lebih besar, seperti di atas.
Tahun lalu pasar neuromodulator tumbuh sebesar 20 persen, mencapai 5,5 miliar dolar. Secara medis sepupu dari cangkok defibrilator jantung, masih berkendala. Ia diberikan hanya setelah pengobatan gagal atau setelah penanganan invasif (operasi) gagal. Sedang prosedur penanamannya sangat rumit dan mahal sekali, mencapai 50.000 dolar AS (hampir setengah milyar rupiah) hanya untuk alatnya saja,belum biaya operasi. “Hasilnya memang cukup,” demikian diutarakan Dr Richard Veyna, ari Methodist Hospital di Minneapolis yang menangani Falk. Tetapi ia menyakini ini belum lagi menjadi umur duit bagi rumah sakit. Tidak banyak dokter yang tahu prosedur ini, dan penggantian asuransi yang sekarang berlaku hanya untuk prosedur yang lebih sederhana. Demikian penjelasannya (ajib2007).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: