Shock Management

19 03 2011

Syok, merupakan kata yang sering diucapkan hampir tiap orang. Banyak mengkonotasikan dengan arti sesuatu yang mengejutkan atau menakutkan. Namun sebenarnya syok berarti suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran (supply and output).
Syok menurut jenisnya dibagi menjadi syok cardiogenik,syok distributif, syok hipovolemik, syok neurogenik.
Dari semua jenis ini penatalaksanaannya hampir sama,yang berbeda dan perlu perhatian adalah syok cardiogenikm
Tatalaksana syok,terutama syok hipovolemik adalah dilihat dari tiga aspek yaitu berhubungan dengan cardiac output yang dipengaruhi oleh stroke volume dan denyut jantung. Pada orang dewasa yang paling berpengaruh adalah stroke volume. Sedangkan pada anak atau bayi yang paling berpengaruh ada frekuensi atau denyut jantungnya.
Pada preload yang perlu diperhatikan adalah cairan yang bisa diberikan di antaranya cairan kristaloid yaitu ringer laktat yang menjadi pilihan utama dibanding cairan NaCl 0,9%. Larutan salin ini bila diberika terlalu banyak untuk mengatasi syok bisa mengakibatkan asidosis metabolik hiperklorida. Sedangkan cairan ringer laktat relatif lebih aman. Cairan RL diberikan 1-2 liter atau bisa diberikan koloid sesuai perhitungan cairan yang hilang.
Pada afterload bisa diberikan terapi norepinefrin yang bersifat vasopresor positif. Untuk kontraktilitas bisa diberikab dobutamine atau jika masih kurang bisa diberikan dopamin dan apabila masih pula terkoreksi bisa diberikan epinefrin.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat modul ACLS mengenai dosis obat yang digunakan. By Ajib


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.