Cushing Syndrome

12 04 2010

Cushing syndrome adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh hiperadrenokortisisme akibat neoplasma korteks adrenal atau adenohipofisis, atau asupan glukokortikoid yang berlebihan. Bila terdapat sekresi sekunder hormon adrenokortikoid yang berlebihan akibat adenoma hipofisis dikenal sebagai Cushing Disease1.

Sindrom Cushing sering disebabkan oleh suatu tumor di hipofisis dan hiperproduksi ACTH. Gejala utamanya adalah retensi cairan di jaringan-jaringan yang menyebabkan  naiknya berat badan dengan pesat, wajah menjadi tembem dan bundar (moon face),  adakalanya  kaki dan  tangan gemuk (bagian atas).  Selain itu, terjadi, penumpukan lemak di bahu dan tengkuk. Kulit menjadi tipis, lebih mudah terluka dan timbul garis  kebiru-biruan (striae).  Penyakit ini dapat membahayakan bila tidak ditangani dengan segera. 2

Gejala khusus penyakit Cushing adalah adanya mobilisasi lemak dari bagian bawah tubuh, wajah membengkak, dan potensi androgenik dapat menimbulkan timbulnya jerawat dan hirsutisme (penumbuhan bulu wajah yang berlebihan). Gambaran wajah tersebut sering digambarkan seperti “moon face”. Kira-kira 80% pasien juga mengalami hipertensi ringan akibat efek mineralokortikoid ringan dari kortisol. Selain itu juga terjadi kenaikan kadar gula darah, lemahnya otot, dan timbulnya striae. Mungkin pasien juga mengalami osteoporosis akibat berkurangnya endapan protein pada tulang 3

Pengobatan sindrom cushing secara langsung dengan melihat penyebab utama dari sindrom. Secara umum, terapi harus menurunkan sekresi kortisol sampai normal untuk mengurangi risiko penyerta yang berhubungan dengan hiperkortisolisme. Suatu tumor harus diangkat jika situasi memungkinkan. Pilihan pengobatan untuk sindrom cushing endogen adalah reseksi bedah pada tumor penyebab. Terapi utama untuk sindrom cushing adalah bedah transspenoid, dan terapi utama untuk tumor adrenal adalah adrenalektomi4.

Apabila bedah tidak berhasil atau tidak dapat digunakan, seperti yang terjadi pada ACTH ektopik           atau karsinoma adrenal metastatic, control hiperkortisol bisa dilakukan dengan pengobatan. Namun, kegagalan pengobatan umum terjadi, dan adrenalektomi bisa diindikasi pada sindrom cushing yang dimediasi oleh ACTH. Radiasi pituitary bisa bermanfaat jika tindakan bedah gagal mengatasi penyakit cushing.5

Daftar Pustaka

1. Dorland, W.A Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta: EGC.

2. Gunawan, Sulistia Gan. Setiabudy, Rianto. Nafrialdi. Elysabeth. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: FKUI.

3. Guyton, Arthur C. Hall, John E. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC.

4. Soedoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. Simadibrata K, Marcellus. Setiati, Siti. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

5. Adler GK. Cushing Syndrome: Treatment & Medication.  Assistant Professor, Department of Medicine, Division of Endocrinology, Diabetes and Hypertension, Brigham and Women’s Hospital, Harvard Medical School, 2009

©Ajib 2010

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: