Pulmonary Edema (Review)

15 09 2009

Banjarmasin-Jiib.wordpress.com. Edem paru…Paru kelelep jar urang tu…paru tinggalam jar urang banjar. Ada bujurnya jua. Sebab odem paru itu terutama akibat penumpukan cairan intravaskular ke ekstravaskular (ekstravasasi) menuju intersisial dan akhirnya menumpuk di alveolus. That based on the definition. Klasifikasi odem paru ini dibagi menjadi dua berdasarkan etiologi yaitu odem paru kardiogenik dan odem paru non kardiogenik.

Patofisiologi dari odem paru hamper sama dengan kejadian odem di sekitarnya. Kecuali khusus bagi odem otak yang memiliki pathogenesis tersendiri. Odem paru ini melibatkan 3 komponen utama yaitu vaskuler (kapiler paru), jaringan intersisial dan system limfatik.

Vaskuler dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu tekanan hidrostatik kapiler paru, tekanan osmotic intravaskuler dan permeabilitas membrane. Vaskuler ini dapat dijelaskan menurut Hukum Starling yaitu tekanan hidrostatik berbanding lurus dengan konstanta filtrasi dan berbanding terbalik dengan tekanan osmotic plasma. Semakin tinggi tekanan hidrostatik maka permeabilitas membrane akan semakin besar begitu pula semakin rendah tekanan osmotic maka permeabilitas membrane akan semakin besar. Bila kedua komponen tekanan hidrostatik dan tekanan osmotic bersatu saling mendukung maka bias akan timbul odem paru yang dalam tingkat berat sedangkan bila kedua tekanan hidrostatik dan osmotic saling bisa menyeimbangkan di dalam vascular maka balancenya vairan akan baik dan odem paru tidak bias terjadi.

Etiologi kardiogenik edem paru biasanya akibat kegagalan jantung kiri dalm berfungsi. Sedangkan etiologi non kardiogenik edem paru akibat dua sebab yaitu cedera langsung dan tidak langsung pada paru yang mengakibatkan permeabilitas membrannya meningkat. Penyebab langsung pada paru dapat berupa pneumonia, pneumoni aspirasi, inhalasi toksin, kontusio paru, radiasi, tenggelam dan emboli lemak. Sedangkan penyenan tidak langsung dari non kardiogenik adalah sepsis, shock, tranfusi multiple, pancreatitis akut dan syok anafilatik.

Gambaran radiologi kardiogenik odem paru berupa pembesaran jantung, aliran darah terbalik, kerley lines, basilar edem, air bronkogram (-) dan efusi pleura (+). Sedangkan gambaran radiologis non kardiogenik edem paru merupakan gambaran sebaliknya dari gambaran radiologis kardiogenik edem paru.

Stadium edem paru ada 3 yaitu stadium satu berupa dilatasi kapiler paru. Sedangkan stadium dua berupa ekstravasasi cairan ke intersisial sehingga menimbulkan infiltrasi cairan ke intersisial. Sedangkan stadium tiga berupa perpindahan massif cairan intersisial menuju alveolar paru sehingga terjadi edema alveolar.

Terapi pada edem paru tidak bisa diberikan diuretic, karena kerja diuretic hanya pada intravascular dan intersisial. Sedangkan odem paru sudah proses yang terjadi di alveolar. Sehingga pemberian diuretic pada oden paru sangat tidak diperlukan.





Pentingnya pakai USG

11 09 2009

Banjarmasin-Jiib.wordpress.com. USG adalah suatu alat penunjang diagnostik yang cukup banyak digunakan untuk saat ini. Ia banyak digunakan karena banyak manfaat yang didapatkan, sedangkan efek samping yang ditimbulkan oleh alat ini sangat minimal dibandingkan penggunaan foto sinar X yang konvensional maupun CT Scan. USG kalo ga salah tu menggunakan teknologi suara dengan frekuensi tertentu sehingga nantinya akan terlihat di layar monitor hasilnya bisa berupa gambar bergerak maupun tak bergerak.

USG sekarang ada berbagai macam tipe. Ada USG 2 dimensi, 3 dimensi, 4 dimensi bahkan ada yang mau 5 dimensi. Wow…hebat ya. Kmrn penulis mencoba langsung bagaimana rasanya menggunakan alat ini. Menyenangkan sekali kesannya setelah menggunakan. Pertama sih agak takut karena ini alat mahal sehingga harus nanya ke sana kemari tentang cara penggunaan nya. Ternyata bila paham dengan cara pemakaiannya ternyata tidak sulit. Tentunya harus dilengkapi pula dengan pengetahuan anatomis tubuh manusia luar dalam.

Hanya dengan menginput beberapa data. Kemudian menentukan probe yang akan digunakan serta tipe USG apa yang mau diperiksa. Abdomen, urologi, mata, atau yang lainnya. Hanya dengan memberikan gel pada bagian tubuh yang mau diperiksa lalu menggunakan probe pada daerah yang sudah diberi gel. Lalu akan terlihatlah gambaran di monitor mengenai organ yang diperiksa. Lalu di freeze dan di print ke kertas foto USG nya. Maka keluarlah gambar yang diharapkan. Lalu dibuatlah rekomendasi bagi dokter yang memerlukan hasil penunjang diagnosisnya.

So tetep semangat…ternyata teknologi kedokteran ini sangat bermanfaat sekali bagi manusia. Maka gunakanlah sesuai dengan tempatnya dan mudah-mudahan alat ini pada saatnya bisa terjangkau, kalo bisa sampai ke Puskesmas agar diagnosis penyakit pasien dapat cepat ditegakkan tanpa harus berlama-lama menunggu antrian di Rumah Sakit.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.