Yudisium Dokter 25 Oktober 2011 FK UNLAM

28 10 2011

Tanggal 25 Oktober 2011 tercatat sebagai tanggal yang bersejarah bagi 35 orang yang lulus dari 38 orang yang mengikuti yudisium dokter FK UNLAM. Awalnya dijadwalkan 3 hari sebelumnya, namun karena beberapa hal dtunda kemudian. Namun hal itu tidak mengubah perasaan gugup yang semakin menjadi-jadi mendekati hari yudisium.
Perbedaan yudisium dokter dengan profesi lainnya adalah jika yudisium dokter tidak dihadiri oleh keluarga terdekat dan belum ada kepastian lulus 100% karena masih meliat catatan nilai semua bagian yang telah diikuti oleh dokter muda tersebut. Hal ini yang semakin spot jantung semakin meningkat.
Kami dijadwalkan datang sebelum jam 11.oo WITA dengan tujuan peserta yudisium harus absen terlebih dahulu. bila peserta tidak absen hadir maka dianggap batal mengikuti yudisium. Tepat jam 11.00 Wita rapat yudisium yang diwakili setiap bagian SMF FK UNLAM. Rapat berlangsung selama kurang lebih 3 jam. Akhirnya tepat jam 13.00 WITA rapat yudisium pun telah selesai.
Kemudian kami berbaris satu persatu sesuai dengan nomor induk masing-masing. Pemanggilan peserta yudisium dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama yang dipanggil lulus yudisium dokter, sedangkan bagian kedua yang dipanggil tidak lulus yudisium dokter. Alhamdulillah Saya termasuk bagian yang pertama.
Rasa sedih bercampur haru tak terkira muncuk di benak dan pikiranku. Alhamdulillah puji syukur kehadiratMu yaa Allah atas berkat dan rahmatMu Hamba bisa lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Namun perjuangan menjadi dokter tidak berhenti sampai sekarang. Jadwal Uji Kompetensi Dokter Indonesia menjadi semakin dekat yaitu tanggal 12 November 2011. UKDI ini diselenggarakan sebagai prasyarat setiap dokter apabila ingin mendapatkan Surat Tanda Registrasi Dokter yang dipakai untuk syarat praktek di daerah masing-masing.
Semoga saja beberapa minggu kedepan semuanya lancar dan diberi kemudahan oleh Allah SWT. Amin yaaa Robbal Alaminnn….

Selamat buat dokter-dokter baru FK UNLAM…bagi yang belum lulus jangan berkecil hati dan patah semangat…semua indah pada waktunya.. :)





Fenomena “Selling Money” Bulan Ramadhan

26 08 2011

Bulan Ramadhan,bulan penuh rahmat dan hikmah. Saling bermaafan karena sudah setahun berkawan,tidak sadar khilaf saling berkata kasar atau bertingkah laku Ɣªⁿǧ menyakitkan hati. Di bulan ini,terbuka selebar-lebarnya pintu maaf.
Sebagai tradisi dalam keluarga biasa Ɣªⁿǧ lebih tua dan punya kemampuan lebih secara materi memberi kepada anggota keluarga atau orang lain Ɣªⁿǧ membutuhkan. Pada anggota keluarga misalnya anak atau saudara memberi THR. THR identik dengan uang baru,berapapun jumlahnya. Ɣªⁿǧ penting uang masih baru. Karena fenomena ini mulai muncullah penjualI-penjual uang baru Ɣªⁿǧ bertebaran di pinggir jalan,khususnya di daerah Banjarmasin. Di daerah banjarmasin, lokasi terbanyak adalah di daerah Jalan Lambung Mangkurat tepat di seberang Bank Indonesia. Penjual biasanya menjual uang dengan selisih rata-rata 10-20 ribu rupiah.
Meskipun dalam pandangan Hukum Islam menjual uang hukumnya Riba,namun ternyata masih ada Ɣªⁿǧ menjual uang. Apakah penjual tersebut pernah mengetahui hukumnya atau tidak,namun hukum tersebut hanya terikat dalam agama. Di luar itu,secara hukum kenegaraan tidak ada Ɣªⁿǧ mengatur.
Namun tanpa mengesampingkan hukum dan fenomena ini,jelas ini sesuatu Ɣªⁿǧ menguntungkan buat mereka. Masyarakat cenderung malas mengantri di Bank hanya untuk mendapatkan pecahan uang Ɣªⁿǧ masih baru,dengan adanya fenomena ini masyarakat cukup terbantu.
Selain itu fenomena ini juga menunjukkan keamanan di daerah Banjarmasin cukup kondusif dan aman. Sehingga mereka berani menjual uang-uang tersebut. Bahkan ada Ɣªⁿǧ berani membawa dan menjualnya dalam jumlah Ɣªⁿǧ banyak.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.